ANALISIS PENDAPATAN PENGRAJIN GULA KELAPA BERMITRA DAN TIDAK BERMITRA DI KABUPATEN PACITAN
Abstract
Kabupaten Pacitan merupakan produsen kelapa terbesar di Jawa Timur, dengan potensi besar untuk pengolahan nira kelapa menjadi gula kelapa guna meningkatkan nilai tambah. Namun, pengrajin gula kelapa masih menghadapi tantangan seperti skala usaha kecil, kualitas produk, dan penggunaan bahan kimia berbahaya, meskipun beberapa telah beralih ke produksi organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta perbandingan pendapatan antara pengrajin gula kelapa bermitra dan tidak bermitra di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei dengan sampel sebanyak 61 responden (16 bermitra dan 45 tidak bermitra) yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data meliputi perhitungan biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan, serta uji komparasi menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi pengrajin bermitra sebesar Rp72.379/bulan dan tidak bermitra Rp55.472/bulan, dengan penerimaan masing-masing Rp956.880/bulan dan Rp768.541/bulan, serta pendapatan Rp884.501/bulan dan Rp713.069/bulan. Uji komparasi menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara pendapatan kedua kelompok (Sig. 0,078 > 0,05).
