PREDIKSI VOLATILITAS HARGA EMAS DENGAN MODEL GARCH
Abstract
Harga emas memiliki tingkat volatilitas yang tinggi sehingga penting dianalisis untuk menunjang keputusan investasi dan manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan memprediksi volatilitas harga emas menggunakan pendekatan GARCH (Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity). Data yang digunakan merupakan harga emas harian periode Januari 2023 hingga Agustus 2025 dari website ANTAM LM INDONESIA yang kemudian diubah menjadi return logaritmik. Setelah stasioner tercapai, dilakukan uji efek ARCH yang menunjukkan adanya heteroskedastisitas, sehingga model GARCH dipilih sebagai metode yang sesuai. Evaluasi kinerja model dilakukan melalui pemilihan kriteria Akaike Information Criterion (AIC), pengujian signifikansi parameter, serta pengukuran kesalahan prediksi menggunakan Mean Squared Error (MSE) dan Root Mean Squared Error (RMSE). Berdasarkan hasil pengujian, model GARCH (1,1) menunjukkan performa prediksi yang baik dengan nilai AIC sebesar 1887.68, MSE sebesar 0.9166, dan RMSE sebesar 0.9574. Selain itu, model juga digunakan untuk melakukan peramalan volatilitas dan harga emas selama 30 hari ke depan. Hasil prediksi menunjukkan volatilitas berada pada kisaran 62,81% hingga 65.66%, dengan estimasi harga emas yang terus meningkat dari sekitar Rp 1.981.109,52 menjadi Rp 2.013.557,55. Dengan demikian, model GARCH (1,1) dapat dijadikan sebagai acuan dalam memonitor risiko harga emas serta mendukung pengambilan keputusan investasi pada komoditas emas di Indonesia.
