HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KOTA KUPANG
Abstract
Keberhasilan pembangunan di bidang pertanian tidak terlepas dari peran serta penyuluhan pertanian yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan penyuluhan pertanian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan petani serta keluarganya melalui peningkatan produktivitas usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian di Kota Kupang serta menganalisis hubungan faktor sosial ekonomi dengan kinerja penyuluh pertanian di Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Kota Kupang dengan pertimbangan Kota Kupang memiliki potensi penyuluh cukup banyak dalam mengembangkan pertanian secara keseluruhan. Data dikumpulkan melalui wawancara, sampel penelitian sebanyak 96 respoden petani dan 29 respoden penyuluh. Analisis data menggunakan (1) Metode deskriptif untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian di Kota Kupang, (2) Analisis statistik non parametrik melalui uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi dengan kinerja penyuluh pertanian di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penyuluh pertanian di Kota Kupang berkinerja cukup dengan persentase 40,62%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluh pertanian di Kota Kupang harus meningkatkan kinerjanya. (2) Faktor yang memiliki hubungan yang nyata terhadap kinerja penyuluh pertanian adalah pelatihan. Sedangkan umur, pendidikan formal, masa kerja, jumlah tanggungan keluarga, gaji penyuluh, jarak wilayah kerja dan sarana prasarana tidak memiliki hubungan nyata.

