PEMBERDAYAAN PIJAT TERAPI KEBUGARAN KLUB SEPAK BOLA MELALUI MEDIA TERAPI DI SITUBONDO
Abstract
Setiap pemain sepak bola pasti memiliki peluang dapat mengalami cedera ketika bermain. Bahkan, cedera yang dialami oleh pemain sepak bola bisa membuatnya terpaksa harus absen atau tidak bisa ikut terjun ke pertandingan dalam waktu lama yang biasanya hal ini dapat memengaruhi popularitas dari klub dan juga pemain. Karena hal ini lah, cedera bisa menjadi mimpi buruk bagi semua orang yang selalu bergelut di bidang olahraga. Sebagian besar cedera yang sering dialami oleh atlet sepak bola berada di bagian pergelangan kaki dan sendi lutut. Bahkan, hampir 90% cedera yang dialami juga berhubungan dengan tungkai bagian bawah.. Namun, masalah yang dihadapi adalah minimnya pelatihan keterampilan yang diberikan kepada klub-klub sepak bola (tingkatan usia) khususnya pada suatu tim tentang pijat . Pelatihan keterampilan sangat perlu diberikan untuk menumbuhkan, mengembangkan, meningkatkan potensi yang ada di dalam klub-klub sepak bola dan ketika mengalami cedera didalam lapangan maupun di luar lapangan. Pelatihan terapi pijat kebugaran dilaksanakan dengan mengkombinasikan alat infra red dan alat bekam. Pelatihan dan pedampingan terapi pijat kebugaran dengan kombinasi infra red dan alat bekam akan dilakukan kepada mitra dengan metode Participatory Learning and Action (PLA). Metode PLA merupakan metode pemberdayaan masyarakat dengan proses belajar (ceramah, curah pendapat, diskusi dan pendampingan).
Downloads
Pemberitahuan Hak Cipta
- Seluruh artikel yang diterbitkan pada Jurnal Mimbar Integritas merupakan karya ilmiah penulis yang dilindungi oleh ketentuan hak cipta. Hak cipta artikel tetap berada pada penulis, namun penulis memberikan hak kepada pengelola jurnal untuk mempublikasikan, mendistribusikan, dan mengarsipkan artikel dalam media elektronik.
-
Artikel pada Jurnal Mimbar Integritas dipublikasikan dengan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License, yang memperbolehkan penggunaan, distribusi, dan adaptasi karya untuk kepentingan nonkomersial dengan tetap mencantumkan sumber asli dan menggunakan lisensi yang sama.
-
Redaksi jurnal tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta terhadap materi pihak ketiga yang digunakan penulis dalam artikel yang dipublikasikan.










