Pendugaan Stok Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat
Abstract
Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) merupakan salah satu komoditas perikanan pelagis penting di Kalimantan Barat yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan terus mengalami tekanan pemanfaatan akibat peningkatan aktivitas penangkapan. Oleh karena itu, diperlukan kajian ilmiah untuk mengetahui kondisi stok dan tingkat pemanfaatannya sebagai dasar pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menduga stok Ikan Tenggiri yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat melalui pendekatan Catch Per Unit Effort (CPUE), model surplus produksi Schaefer, serta analisis tingkat pemanfaatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang meliputi hasil tangkapan tahunan dan jumlah trip kapal gillnet selama periode 2015–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai CPUE Ikan Tenggiri mengalami fluktuasi dengan kisaran 432–729 kg/trip, dengan nilai tertinggi terjadi pada tahun 2022 dan terendah pada tahun 2023. Estimasi Maximum Sustainable Yield (MSY) berdasarkan model Schaefer diperoleh sebesar 1.335.956 kg/tahun. Selama periode pengamatan, tingkat pemanfaatan sumber daya Ikan Tenggiri berada di bawah 80% dari nilai MSY yang mengindikasikan status underfishing. Secara keseluruhan, stok Ikan Tenggiri di perairan Kalimantan Barat masih relatif stabil dan belum mengalami tekanan eksploitasi berlebih, sehingga masih memungkinkan untuk dilakukan pengembangan upaya tangkap secara terukur dalam kerangka pengelolaan perikanan berkelanjutan.









