MAKNA DAN SIMBOL DALAM TARI KUDA LUMPING PADA SANGGAR MITRO MAKARYO DI DESA MARGA MULYA

  • Ellys Setyowati Universitas Rokania
  • Rita Arianti Universitas Rokania

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Tari Kuda Kepang sebagai salah satu kesenian tradisional yang masih hidup dan dipertahankan oleh masyarakat Desa Marga Mulya melalui Sanggar Mitro Makaryo. Tari Kuda Kepang tidak hanya dipahami sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sarat dengan simbol dan makna budaya serta spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini menarik untuk diteliti karena setiap unsur pertunjukan, mulai dari properti, kostum, musik pengiring, hingga ragam gerak tari, mengandung simbol yang berfungsi sebagai media komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna simbolik yang terkandung dalam pertunjukan Tari Kuda Kepang di Sanggar Mitro Makaryo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling yang melibatkan pengurus sanggar, penari, pemain musik, dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam Tari Kuda Kepang meliputi properti kuda kepang sebagai penghubung dunia manusia dan dunia gaib, topeng dan barongan sebagai simbol kekuatan alam, pecut sebagai lambang pengendalian energi, kostum dan riasan sebagai identitas budaya, serta musik pengiring sebagai penguat suasana sakral. Selain itu, ragam gerak tari yang terdiri atas delapan gerakan inti merepresentasikan nilai kerendahan hati, keberanian, pengendalian diri, persatuan, dan penghormatan kepada leluhur. Temuan ini menunjukkan bahwa Tari Kuda Kepang berfungsi sebagai bentuk komunikasi budaya yang merefleksikan nilai spiritual, sosial, dan identitas masyarakat Desa Marga Mulya melalui simbol-simbol yang dipahami secara kolektif.

References

Al-Khudri, M. A. (2024). Islam dalam Kesenian Jaranan di Era Digital: Perkembangan dan Tantangan. Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam, 1, 525-534. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/konmaspi/article/download/2545/1483
Bilal, D., Umran, L. M., & Handayani, R. (2023). Analisis Makna Simbolik Tari Kuda Lumping Jaranan Buto Sebagai Identitas Etnis Jawa Di Kecamatan Konda. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media, 1(2), 178–195. https://newcomb.uho.ac.id/index.php/journal
Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Medan, Restu Printing Indonesia, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.
Fahida, S. N. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film “ Nanti Kita Cerita Hari Ini ” ( NKCTHI ) Karya Angga Dwimas Sasongko. Cinematology: Journal Anthology of Film and Television Studies, 1(2), 33–42.
Fajri, S., Malarsih, M., & Hartono, H. (2023). Semiotika Roland Barthes: Gerak tari pada pertunjukan Bedug Kerok di kampung seni Yudha Asri. Imaji, 21(2), 168–178. https://doi.org/10.21831/imaji.v21i2.59442
Hendro, eko punto. (2020). Simbol: Arti, Fungsi, dan Implikasi Metodologisnya. Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(2), 158–165. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/endogami/article/download/30640/17351
Hoed, B. . (2014). Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Komunitas Bambu.
Milyana I. Sanger, J. lasut, & Tuwiwa, J. (2022). Peran Tokoh Adat Dalam Melestarikan Nilai Budaya Pekande-Kandea Di Kelurahan Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah. Journal ilmiah society, 1(1), 1–10.
Nur, D. (2024). Pergeseran Bahasa dan Tradisi Petani Padi di Jawa: Kajian Etnolinguistik. Jurnal Etnolingual, 8(1), 97–118. https://doi.org/10.20473/etno.v8i1.56033
Pranita Dewi, R., Sugandi, & Sabiruddin. (2021). Komunikasi Kelompok Sanggar Tari Bhatoro Yakso Dalam Pelestarian Tarian Tradisional Kuda Lumping Di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara. eJournal Ilmu Komunikasi, 9(2), 129–143. https://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2022/01/eJournal Ilmu Komunikasi (01-04-22-08-08-30).pdf
Priyatmoko, H. (2019). Seniman dan Seni Pertunjukan di Kmapung Kemlayan Surakarta 1930-1970. 14(2).
Santoso, N. F. (2025). Analisis Bahasa Isyarat ( Shuwa ) dalam Anime Gangsta Karya Kohshe. 11(2), 2296–2307.
Sukma, R. A., Soedarmo, U. R., & Sondarika, W. (2024). Nilai Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kesenian Kuda Lumping Di Sukamulya–Ciamis Pada Mata Pelajaran Sejarah Di Kelas X Ips-4 Sman 1 Cihaurbeuti. J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 5(1), 60–68. https://doi.org/10.25157/j-kip.v5i1.11952
Tasya. (2024). Sejarah Kesenian Jathilan Turonggo Karang Mudho (1980-2024): Sebagai Bentuk Pelestarian Kesenian Jathilan. 3(3), 28–36. https://jurnal.uts.ac.id/index.php/jssh
Yasin, N. (2025). Bentuk Dan Fungsi Pertunjukan Tari Kuda Lumping “ Masal Dewasa ” : Studi Etnokoreologi Di Paguyuban Turonggo. Jurnal Kreativitas dan Studi Tari, 24(1), 18–36.
Yupi, Y., Heddy Setiawan, Mardhiya ramdhani, & Hamdani. (2024). Makna Simbol Budaya Lokal Dalam Iklan Televisi Indomie Aceh Geprek. Komversal, 6(1), 57–73. https://doi.org/10.38204/komversal.v6i1.1819
Zendrat, N., Lauren, S. R. C., Farha, S. M., Safitri, D., Ardian, F., & Fahmy, D. S. (2024). Representasi Makna Simbolis Gerak Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung Dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Intelek instan cendekia, 1, 430–442. https://jicnusantara.com/index.php/jiic
Published
2026-04-02
How to Cite
SETYOWATI, Ellys; ARIANTI, Rita. MAKNA DAN SIMBOL DALAM TARI KUDA LUMPING PADA SANGGAR MITRO MAKARYO DI DESA MARGA MULYA. Consilium: Education and Counseling Journal, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 396-413, apr. 2026. ISSN 2775-9466. Available at: <https://www.unars.ac.id/ojs/index.php/consilium/article/view/8055>. Date accessed: 03 apr. 2026. doi: https://doi.org/10.36841/consilium.v6i1.8055.
Section
Articles